Tuesday, December 16, 2008

Consolidation

8:58 PM / 0 comments

"Menyakitkan... bila cintamu... dibalas dengan dusta...
Namun mencintaimu, takkan kusesali...
Karena aku yang memilihmu..." (Audy - 2004)

Terus terang, 2 minggu terakhir ini hubungan gw ma si a bisa dibilang diujung tanduk. Setidaknya itu yang gw rasain, karena I think I feel numb. Alasannya simple, hanya karena he lied to me. Dan bohongnya pun tidak berkaitan dengan perempuan lain atau hal2 yang bisa bikin suatu pernikahan berakhir. Karena, disini yang tersakiti adalah hati gw. Gw merasa bahwa si a sudah melanggar prinsip gw, yang dari awal pun dia tau, bahwa gw gak suka dibohongin.

Gak tau kenapa, tapi dalam setiap hubungan, gw selalu merasa gak nyaman kalo dibohongin. Walopun hanya dalam kategori bohong kecil, tapi tetap, sekecil apapun bohong itu gw cenderung akan merasa sakit hati. Dan kali ini, si a melakukannya, dan itu membuat gw sakit hati, dan gw kalo udah sakit hati kadang bisa merembet ke hal-hal yang aneh bin ajaib.

Kemudian, setelah mencoba menata hati dan mencoba menyadarkan diri gw sendiri, bahwa apapun yang dia lakukan adalah karena dia tidak mau membuat gw merasa tidak nyaman, bahwa semua itu terjadi karena dia merasa belum mampu memenuhi semua ekspektasi gw (yang mana gw gak pernah membuat suatu batasan tentang ekspektasi gw *sigh*), gw mengajak si a untuk menyelesaikan semuanya. Dan hasil musyawarah tersebut adalah bahwa dia sadar bahwa dia telah menyakiti hati gw dan dia menyesali hal tersebut dan berjanji untuk tidak akan melakukannya lagi.

Tapi, setelah itu, ternyata gw gak bisa dengan begitu saja menghilangkan rasa sakit dalam hati gw ini. Ternyata gak peduli berapa keras usaha gw (dan dia) untuk menata hati gw, rasa sakit itu masih ada dan hampir menggerogoti pertahanan gw.

At least until yesterday afternoon, where my fellow-ladies-worker and I had a short-yet-deep conversation about this marriage thing we had. This one lady were mentally abused by her husband, where her husband always talked about (and even once take her to 'catatan sipil' office just to asked the conditions of a divorce) getting a divorce over some small matter. The other lady ever caught her husband humpin' her maid in the next room, while she was pregnant. This conversation made me realize how shallow I was, that the problem I had was just a drop of water in the ocean, that I just making some excuses to my ego.

No more Mika... no more...

Icha's Simple Step

Simple Friends

Simple Other Income